Terjadinya stagflasi menjadi tantangan berat bagi para pengembang properti, investor, dan calon pembeli rumah. Stagflasi adalah kondisi ekonomi dimana pertumbuhan ekonomi stagnan diikuti tingginya laju inflasi dan naiknya tingkat pengangguran. Terjadinya inflasi tinggi mendorong harga material bangunan dan biaya konstruksi melonjak sementara daya beli masyarakat makin melemah akibat stagnasi ekonomi dan tingginya suku bunga kredit.
Apa Dampak Stagflasi terhadap Properti ?
-
Permintaan Properti Menurun
Stagflasi mengakibatkan masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian aset besar, termasuk rumah. Suku bunga yang tinggi memicu cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) semakin mahal akibatnya banyak orang menunda atau membatalkan rencana pembelian properti.
2. Harga Jual Properti Naik
Laju inflasi yang tinggi memicu naiknya harga material bangunan seperti semen, besi, dan kayu maka harga jual rumahpun akan naik. Tidak sebatas itu saja biaya tenaga kerjapun ikut naik, maka otomatis pengembang mau tidak mau harus menaikkan harga jual rumah untuk menjaga terjadi kerugian.
3. Laju Pembangunan Proyek Baru Melambat
Pengembang menghadapi tantangan besar dalam memperoleh pendanaan karena bank memperketat kebijakan kredit akibat ketidakpastian ekonomi. Akibatnya, banyak proyek yang terhambat atau bahkan dihentikan sementara.
4. Hunian Kosong Mengkat

Menurunnya daya beli masyarakat memicu tingkat hunian kosong (vacancy rate) meningkat, baik di sektor rumah tapak maupun apartemen. Otomatis pengembang dan investor kesulitan mendapatkan keuntungan dari penjualan atau penyewaan properti mereka.
Bagaimana Cara Mengatasinya ?
Peran pemerintah sebagai pemangku kebijakan menjadi harapan besar bagi para pengembang, pemerintah bisa memberikan insetif pajak atau subsidi suku bunga KPR untuk mendorong minat masyarakat dalam membeli rumah. Pemerintah juga bisa mengatur harga menjadi lebih fleksibel. Lalu bagaimana dari sisi pengembang ?
Pengembang dapat menawarkan skema pembayaran bertahap atau diskon khusus agar properti tetap terjangkau calon pembeli. Selain itu, pengembang bisa melakukan diversifikasi Properti dimana hunian berbiaya rendah atau proyek multifungsi (mixed-use development) bisa menjadi strategi untuk menarik lebih banyak segmen pasar.
Akhir kata, stagflasi harus menjadikan pengembang menjadi lebih kuat dan tahan terhadap segala tantangan dalam menjalankan bisnis properti. Sekian dari penulis semoga tulisan ini bermanfaat.
Sumber ; Dari berbagai sumber
Penulis/Editor : haris Sukarna Yudhabrata








