Media Sarana Informasi
  • Home
  • Features
  • Product
  • Clients
  • Blog
  • About Us
Media Sarana Informasi
  • Home
  • Features
  • Product
  • Clients
  • Blog
  • About Us
Media Sarana Informasi
Home Properti p

Pro dan Kontra Rumah Subsidi 18 Meter Persegi

0
SHARES
36
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menawarkan rumah subsidi ukuran 18 meter persegi kepada masyarakat. Adapun tujuannya adalah sebagai solusi menghadapi krisis Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Konsep huninan ini ternyata menimbulkan pro dan kontra di masyarakat terkait kelayakan, aspek sosial dan keberlangsungan jangka panjangnya. Ada baiknya kita tinjau kelebihan dan kekurangan dari konsep hunian ini.

Kelebihan Rumah Subsidi 18 m²

1. Harga Rumah Cukup Murah dan Terjangkau

Untuk kalangan MBR rumah ini relatif lebih murah dan terjangkau terutama untuk mereka yang berpenghasilan dibawah Rp. 5 Juta perbulan, atau mereka yang bekerja di sektor informal. Hunian ini dijual kisaran harga Rp150 juta hingga Rp200 dimana bagi kalangan MBR akan sangat menarik.

2. Memiliki Aspek Legalitas

Memiliki aspek legalitas

Adanya jaminan hukum kepemilikan bagi penghuni rumah 18 meter persegi ini jelas berbeda dengan tinggal di kontrakan atau rumah kos. Hal ini membuka peluang bagi keluarga muda untuk memiliki hunian sendiri, meski dalam bentuk yang sangat sederhana.

3. Memungkinkan Adanya Renovasi dan Perluasan

Walaupun luas bangunan awalnya hanya 18 m² tetapi lahan yang disediakan biasanya masih memungkinkan perluasan atau renovasi. Kelebihan lahan ini bisa dimanfaatkan untuk menambah ruangan kelak dikemudian hari.

4. Adanya Suport dari Pemerintah

Pemilik rumah 18 meter persegi dijamin kepastian hukum kepemilikannya dari pemerintah. Bukan itu saja melalui skema KPR FLPP, pemerintah memberikan subsidi bunga tetap 5% dan tenor hingga 20 tahun. Ini memberi kepastian dalam perencanaan keuangan bagi pembeli.

Kekurangan Rumah 18 Meter Persegi

1. Tingkat Kelayakannya Dipertanyakan

Ukurannya yang kecil hunian ini mengundang kritik karena ruangan yang terlalu sempit untuk dihuni secara layak. Dimungkinkan ruang gerak yang kurang leluasa terutama untuk pasangan yang sudah memiliki anak, hunian ini kurang ideal untuk tumbuh kembang anak. Ruangan sangat terbatas minim ventilasi alami dan cahaya matahari, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental penghuni.

2. Lokasi Kurang Strategis dan Rentan Menjadi Kawasan Kumuh

Keberadaan rumah subsidi umumnya dibangun di pinggiran kota dengan akses transportasi terbatas. Akibatnya, biaya dan waktu tempuh ke tempat kerja atau sekolah bisa membengkak. Biasanya kawasan rumah ultra-mini berisiko menjadi pemukiman yang padat bila tidak ditata dengan baik maka akan terjadi kawasan kumuh. Kawasan seperti ini memicu terjadinya masalah sosial pemukiman menjadi tidak tertata, sanitasi buruk dan tingkat kriminalitas yang tinggi.

 

Penulis/Editor   : Haris Sukarna Yudhabrata

Sumber              : Dari berbagai sumber

 

Tags: 18 meter persegi
Previous Post

Rumah Modular: Hunian Alternatif Modern Masa Kini

Next Post

BI Rate Juni 2026 Naik 5,50%: Bagaimana Dampaknya Terhadap Cicilan KPR dan Industri Properti?

Artikel Lainnya

Menjaga Jantung Bisnis Properti: Strategi Mengelola Cashflow dan Laporan Keuangan Tanpa Error
Properti

Menjaga Jantung Bisnis Properti: Strategi Mengelola Cashflow dan Laporan Keuangan Tanpa Error

26 June 2026
Alur Pengajuan KPR Perumahan: Cara Efektif Mengatasi Berkas Konsumen yang Kusut dan Mempercepat Akad
Properti

Alur Pengajuan KPR Perumahan: Cara Efektif Mengatasi Berkas Konsumen yang Kusut dan Mempercepat Akad

26 June 2026
Strategi Mengontrol Pengurusan Perizinan dan Legalitas Unit Perumahan Tanpa Ribet
Properti

Strategi Mengontrol Pengurusan Perizinan dan Legalitas Unit Perumahan Tanpa Ribet

26 June 2026
Anti-Laporan Fiktif: Cara Tepat Monitoring Progres Pembangunan Rumah Landed untuk Pengembang
Properti

Anti-Laporan Fiktif: Cara Tepat Monitoring Progres Pembangunan Rumah Landed untuk Pengembang

26 June 2026
Load More

Artikel Lainnya

Menjaga Jantung Bisnis Properti: Strategi Mengelola Cashflow dan Laporan Keuangan Tanpa Error

Menjaga Jantung Bisnis Properti: Strategi Mengelola Cashflow dan Laporan Keuangan Tanpa Error

2026/06/26

Banyak pengembang properti pemula tertipu oleh angka penjualan yang...

Alur Pengajuan KPR Perumahan: Cara Efektif Mengatasi Berkas Konsumen yang Kusut dan Mempercepat Akad

Alur Pengajuan KPR Perumahan: Cara Efektif Mengatasi Berkas Konsumen yang Kusut dan Mempercepat Akad

2026/06/26

Keberhasilan tim marketing menjual puluhan unit dalam waktu singkat...

Strategi Mengontrol Pengurusan Perizinan dan Legalitas Unit Perumahan Tanpa Ribet

Strategi Mengontrol Pengurusan Perizinan dan Legalitas Unit Perumahan Tanpa Ribet

2026/06/26

Pembangunan fisik yang cepat tidak akan berarti apa-apa jika...

Anti-Laporan Fiktif: Cara Tepat Monitoring Progres Pembangunan Rumah Landed untuk Pengembang

Anti-Laporan Fiktif: Cara Tepat Monitoring Progres Pembangunan Rumah Landed untuk Pengembang

2026/06/26

Salah satu kendala terbesar manajemen saat mengelola proyek landed...

Tentang Kami

MSI (PT Media Sarana Informasi) memahami tantangan Dunia Properti yang terus maju dan berkembang dengan pesat.

Tautan Penting

  • Perusahaan
  • Blog

Features

  • Perijinan & Legalitas
  • Marketing
  • Keuangan
  • Akuntansi
  • Manajemen

Contact Us

0823 1950 6901

  • 022 878 06 350
  • info@mediasarana.com

Designed by MSI

  • Home
  • Features
  • Product
  • Clients
  • Blog
  • About Us

© 2022 MSI