Masyarakat perkotaan saat ini terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menghadapi tantangan yang cukup berat untuk memiliki hunian . Pertumbuhan penduduk yang pesat dan terbatasnya lahan serta harga properti yang tinggi menjadi kendala utama. Hal tersebut mendorong munculnya berbagai alternatif hunian yang efisien dan fungsional. Salah satunya adalah rumah vertikal.
Rumah vertikal atau apartemen tidak memerlukan lahan yang luas, dengan program subsidi memungkinkan harga yang ditawarkan akan menjadi lebih terjangkau. Cocok sekali untuk konsep hunian di perkotaan yang krisis akan ketersediaan lahan perumahan. Bila dibandingkan dengan rumah tapak konvensional yang membutuhkan lahan yang luas maka rumah vertikal akan menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat saat ini.
Konsep Hunian Vertikal (Apartemen)
Konsep hunian vertikal tidak membutuhkan lahan yang luas, tetapi bangunan memiliki dua hingga tiga lantai atau lebih. Fungsi setiap lantai berbeda, untuk ruang tamu biasanya lantai dasar dan dapur, kamar tidur dilantai atas sedangkan ruang santai dan gudang umunya dilantai paling atas. Rumah jenis ini banyak ditemukan di daerah padat seperti kota besar, di mana harga tanah sangat tinggi dan ketersediaan lahan terbatas.

Keunggulan Rumah Vertikal
Kelebihan dari rumah vertikal salah satunya adalah penggunaan lahan yang lebih hemat dibandingkan dengan rumah tapak. Konsep pembangunan ke atas tetapi penghuni tetap memiliki hunian yang luas dan lengkap walaupun berdiri di atas tanah yang terbatas. Selain itu juga hunian ini memberikan privasi yang lebih baik dimana setiap anggota keluarga memiliki ruang pribadi masing-masing dengan difungsikannya setiap lantai secara terpisah.
Dari aspek desain cocok untuk gaya hidup urban dimana penampilannya cenderung lebih modern dan minimalis serta strutur bangunan lebih ramping dan menjulang memberikan kesan elegan. Bukan itu saja dengan lahan yang terbatas maka biaya yang diperlukan cenderung menjadi lebih rendah.

Tantangan Memilki Rumah Vertikal
Ada kelebihan pasti ada kekurang, begitu juga dengan rumah vertikal ini memiliki banyak tantangan. Sesuai dengan struktur bangunan yang menjulang keatas maka penggunaan tangga menjadi salah satu tantangannya. penggunaan tangga antar lantai sebagai akses bisa menjadi hambatan bagi lansia, anak-anak, atau penghuni yang memilki keterbatasan fisik. Keberadaan tangga sebagai sarana penghubung antar lantai bila tidak dirancang dengan aman akan berisiko menimbulkan kecelakaan.
Dipandang dari aspek kenyamanan hunian ini cenderung memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang kurang merata khas rumah bertingkat. Hal ini terjadi biasanya bila desainnya tidak memperhatikan ventilasi udara dan tata cahaya yang optimal. Perlu diketahui juga dalam hal perawatan untuk membersihkan atau memperbaiki lantai atas hunian ini membutuhkan usaha yang cukup ekstra.
Akhir kata, rumah vertikal akan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan hunian di kawasan perkotaan yang semakin mahal dan terbatas. Rumah vertikal akan menjadi hunian yang nyaman, estetik dan funsional bagi penghuninya jika direncanakan dengan baik.
Penulis/Editor : Haris Sukarna Yudhabrata
Sumber : Dari berbagai sumber








